LEUWIDAMAR – Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah meminta agar warga adat Baduy mengubah kebudayaan memasak menggunakan tungku di atas amben (bambu). ...
Sebab, hampir setiap kejadian kebakaran di wilayah ulayat Baduy disebabkan karena kelalaian atau karena api yang masih menyala di dalam tungku.
Permintaan ini disampaikan keduanya, Senin (19/10) kemarin, saat melakukan kunjungan terhadap korban bencana kebakaran yang menimpa warga Baduy Luar tepatnya di Kampung Kadu Ketug 1, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, yang menghanguskan 113 rumah dan 10 lumbung padi, akhir pekan kemarin.
“Mempertahankan budaya itu penting, namun jika menyebabkan bencana dan mengancam keselamatan maka hal itu perlu diperhatikan,” kata Atut yang didampingi Kapolda Banten Brigjen Rumiah Karteredjo, beberapa anggota DPRD Banten dari Dapil Lebak dan Wakil Bupati Amir Hamzah.
Atut meminta agar para kasepuhan adat Baduy bisa melakukan diskusi terkait budaya memasak tersebut, sehingga bahaya kebakaran akibat tungku tidak lagi terulang. Apalagi, dalam setahun (2009-red) telah terjadi kebakaran hebat sebanyak 2 kali di wilayah ulayat Baduy dengan penyebab yang sama, yakni akibat api di tungku. “Kami berharap para kasepuhan adat bisa mendiskusikan hal ini (budaya memasak-red),” ungkapnya.
Senada dikatakan Amir Hamzah yang menilai budaya memasak ala warga Baduy memang cukup membahayakan. Karenanya perlu ada kajian mendalam untuk memberikan solusi atas kelanggengan budaya tersebut dengan tanpa membahayakan jiwa dan harta akibat kebakaran. “Budaya yang menjadi ciri khas dan mampu membangun memang harus dilestarikan, namun jika bisa menjadi bencana maka sebaiknya dihilangkan demi kebaikan bersama,” tuturnya.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Desa KanekesJaro Dainah mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan musyawarah terkait persoalan budaya memasak dengan para kasepuhan Baduy sebagaimana anjuran Gubernur Banten dan Wakil Bupati Lebak. “Kami juga malu, karena sering terjadi bencana kebakaran di wilayah Baduy, karena itu secepatnya kami akan melakukan musyawarah besar dengan para kasepuhan,” tukasnya.
Dalam kunjungan kemarin, Pemerintah Provinsi Banten memberikan bantuan berupa beras 3 ton, sembako, obat-obatan, alat rumah tangga, dan peralatan bayi serta uang tunai sebesar Rp 600.000 per rumah. Sementara Kabupaten Lebak memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 500.000 per rumah, setelah sebelumnya memberikan bantuan 1 ton beras dan puluhan mie instant. (sir/brp)
Cari Yang Anda Butuhkan ....
Translate
Mutiara Hikmah
Labels
- Belajar Dari Siroh (6)
- Berita Penting (230)
- Dunia Islam (81)
- Gaya Hidup (20)
- Gila Bola (2)
- Guru IndonesiaKu (5)
- HidayahNya (5)
- Kampus (7)
- Keluarga Sakinah (16)
- Keperibadian (6)
- Kesehatan (19)
- Konsultasi (12)
- Kuliner (1)
- Link Download (1)
- Makalah (7)
- Materi Tarbiyah (7)
- NKRI Tercinta (34)
- Pendidikan (9)
- Penyakit dan Solusinya (14)
- Pergerakan (11)
- Pesona Wanita Solehah (8)
- Politik (39)
- Remaja (1)
- Sastra (5)
- Seputar : IPTEK (24)
- Seputar Banten (5)
- Tips Hidup Sehat (6)
- Tokoh Islam (2)
Comunity
23 Oktober 2009
Kebakaran : Warga Baduy Diminta Ubah Cara Masak
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
kumpulblogger.com
http://abu-azkiya.blogspot.com
Tayangan
KOTAK SILATURAHIM
Entri Populer
-
RANGKASBITUNG - Sejumlah elemen masyarakat meminta DPRD Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten, agar berani mengeluarkan hak inisyatif untuk ...
-
Sudah 1430 tahun sejak Rasul Shallahu Alaihi Wa Sallam hijrah dari Mekah Al-Mukarramah ke Al-Madinah Al-Munawwarah. Pada hari ini kita diber...
-
Perda DKI Jakarta No. 75 Thn 2005 ttg Kawasan Dilarang Merokok Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta PERATURAN GUBERNUR PROPI...
-
Kamera Mata-Mata berupa Pulpen + Wireless MP4 Recorder Products Description: Our covert Wireless Spy Cam Pen is ideal for undercover assi...
-
Pemerintah Korea Selatan akan segera mengirimkan suku cadang pesawat tempur jenis F-5 dan F-16 milik Indonesia yang sempat tertahan di Korea...
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan beri komentar anda : ...