Cari Yang Anda Butuhkan ....
Translate
Mutiara Hikmah
Labels
- Belajar Dari Siroh (6)
- Berita Penting (230)
- Dunia Islam (81)
- Gaya Hidup (20)
- Gila Bola (2)
- Guru IndonesiaKu (5)
- HidayahNya (5)
- Kampus (7)
- Keluarga Sakinah (16)
- Keperibadian (6)
- Kesehatan (19)
- Konsultasi (12)
- Kuliner (1)
- Link Download (1)
- Makalah (7)
- Materi Tarbiyah (7)
- NKRI Tercinta (34)
- Pendidikan (9)
- Penyakit dan Solusinya (14)
- Pergerakan (11)
- Pesona Wanita Solehah (8)
- Politik (39)
- Remaja (1)
- Sastra (5)
- Seputar : IPTEK (24)
- Seputar Banten (5)
- Tips Hidup Sehat (6)
- Tokoh Islam (2)
Comunity
15 Desember 2012
Gejolak Mesir : Home > Internasional > Palestina - Israel Di Bawah Bayang-bayang Bentrok, Referendum Mesir Digelar
REPUBLIKA.CO.ID,KAIRO—Meski sempat diwarnai aksi bentrok antara dua kubu yang protes maupun mendukung Mohammad Mursi, Mesir tetap menggelar Referendum Nasionalnya.
Hari ini Sabtu (15/12), pukul 08.00 pagi waktu setempat referendum tahap pertama atas rancangan konstitusi Mesir digelar. Pada tahap pertama ini, sekitar 26 juta pemilih akan menggunakan hak suaranya di 10 provinsi yang ada di Mesir.
Sampai waktu voting tiba, sejumlah massa masih melakukan aksi protes atas rancangan referendum tersebut.
Dilansir dari TvNZ OneNews, masa berkumpul di sekitar Tempat Pemilihan Suara (TPS) di setiap daerah untuk menyuarakan pendapatnya.
Mereka menolak upaya dari Mursi melalui referendum ini yang seolah ingin menyeragamkan rakyat Mesir.
“Saya jelas akan memilih “Tidak”. Rakyat Mesir bukan muslim saja, tapi terdiri dari berbagai golongan. Penerapan kontitusi jelas tidak mencerminkan ragamnya rakyat Mesir,” ujar Michael Nour (45 tahun) seorang guru sekolah Kristen di Alexandria, kota terbesar kedua di Mesir.
Nour adalah satu dari sekian banyak orang yang membentuk koalisi guna menahan maksud Mursi dalam referendum tersebut. Koalisi kiri yang terdiri dari para sosialis dan umat Kristen ini memiliki jumlah sekitar 10 persen dari total 83 juta penduduk Mesir. Mereka yang berpikiran liberal ini menuduh kaum muslim mempengaruhi Mursi untuk menyetujui semua dokumen yang tidak mencerminkan keragaman Negara Mesir.
Lain halnya dengan seorang pengantri di salahsatu TPS lainnya di sudut kota Kairo, Adel Imam (53 tahun). Dia mengatakan akan memberikan suara “Ya” pada voting ini.
“Saya percaya kepada Mursi. Dia tidak akan menjadi seorang diktator seperti presiden sebelumnya. Maka saya akan memilih “Ya”, lagipula para ulama juga telah menganjurkan demikian,” ujarnya.
Sebelumnya, bentrokan pecah jelang referendum tahap pertama ini dimulai. Masa geram karena kaum ulama di sana akhirnya sepakat akan mengatakan “Ya” saat voting digelar.
Meski demikian, referendum pun tetap digelar dengan pengaman ekstra ketat dari kepolisian dan tentara Mesir. Hingga saat ini, dilaporkan sekitar 120 ribu tentara dan 6 ribu panser telah dikerahkan untuk menjamin keamanan referendum.
Sementara itu, jika referendum tahap pertama ini sukses dihelat, rencananya pada 22 Desember nanti babak kedua akan digelar dengan melibatkan sisa dari total pemilih Mesir yang berjumlah 25 juta orang.
Redaktur: Taufik Rachman
Reporter: gilang akbar prambadi
kumpulblogger.com
http://abu-azkiya.blogspot.com
Tayangan
KOTAK SILATURAHIM
Entri Populer
-
RANGKASBITUNG - Sejumlah elemen masyarakat meminta DPRD Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten, agar berani mengeluarkan hak inisyatif untuk ...
-
Sudah 1430 tahun sejak Rasul Shallahu Alaihi Wa Sallam hijrah dari Mekah Al-Mukarramah ke Al-Madinah Al-Munawwarah. Pada hari ini kita diber...
-
Perda DKI Jakarta No. 75 Thn 2005 ttg Kawasan Dilarang Merokok Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta PERATURAN GUBERNUR PROPI...
-
Kamera Mata-Mata berupa Pulpen + Wireless MP4 Recorder Products Description: Our covert Wireless Spy Cam Pen is ideal for undercover assi...
-
Pemerintah Korea Selatan akan segera mengirimkan suku cadang pesawat tempur jenis F-5 dan F-16 milik Indonesia yang sempat tertahan di Korea...
