NEW YORK – Anak-anak dibawah umur yang terkena asap rokok seperti usia balita sangat mungkin terkena alergi tertentu, demikian sebuah penelitian baru menyimpulkan.
Para ahli telah mengetahui bahwa orang yang berdekatan dengan asap rokok tetapi bukan perokok (perokok pasif), baik sebelum kelahiran maupun yang baru dilahirkan dapat meningkatkan resiko berkembangnya gejala asma. Tetapi bukti-bukti mengenai alergi secara umum telah tercampur aduk....
Dalam studi yang dilakukan para peneliti Swedia menemukan bahwa anak usia 4 tahun yang sudah terkena dampak orang tua perokok, selama masa-masa pertumbuhan awalnya terkena resiko alergi lebih besar terhadap penyebab alergi yang berada dalam rumah seperti tungau yang lembut dan tungau kucing. Mereka juga beresiko lebih besar terhadap alergi makanan.
Ini mungkin perokok pasif memicu peradangan di lapisan saluran pernafasan anak-anak, yang membuat mereka semakin peka terhadap bahan pemicu alergi, demikian menurut kesimpulan para peneliti yang dipimpin Dr. Eva Lannero dari Institut Karolinska di Stockholm.
Dia dan koleganya melaporkan penemuannya ini di dalam jurnal kesehatan Thorax.
Studinya meliputi lebih dari 4.000 keluarga yang melahirkan bayinya antara tahun 1994 dan 1996. Para orang tua ditanya apakah mereka merokok ketika anak-anaknya berusia 2 bulan, 1 tahun atau 2 tahun. Pada umur 4 tahun, anak-anak itu di test darahnya untuk seputar penyebab alergi pada umumnya, seperti tungau kucing, tungau yang lebih lembut lainnya, dan jamur, juga makanan seperti susu, telur, dan gandum.
Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang sudah terkena asap rokok ketika berusia 2 bulan, 28 % sepertinya mempunyai antibodi terhadap penyebab alergi udara dalam ruangan ataupun makanan penyebab alergi.
Secara khusus, kepastian bahwa mereka telah menjadi peka terhadap tungau kucing adalah dua kali lipat dari mereka yang tidak berada di-lingkungan perokok pasif pada usia 2 bulan. Dan mereka hampir 50% sepertinya mempunyai antibodi terhadap makanan penyebab alergi.
Temuan-temuan, menurut tim tersebut, mendukung teori bahwa kerusakan awal pada membran selaput lendir lapisan saluran pernapasan ada kemungkinan membuat anak-anak semakin peka terhadap penyebab alergi.
Penelitian ini juga belum memberikan alasan lain kepada para orang tua agar menjauhkan anak-anaknya dari lingkungan perokok pasif. (sumber: Thorax 2007/reuters/dta)
Cari Yang Anda Butuhkan ....
Translate
Mutiara Hikmah
Labels
- Belajar Dari Siroh (6)
- Berita Penting (230)
- Dunia Islam (81)
- Gaya Hidup (20)
- Gila Bola (2)
- Guru IndonesiaKu (5)
- HidayahNya (5)
- Kampus (7)
- Keluarga Sakinah (16)
- Keperibadian (6)
- Kesehatan (19)
- Konsultasi (12)
- Kuliner (1)
- Link Download (1)
- Makalah (7)
- Materi Tarbiyah (7)
- NKRI Tercinta (34)
- Pendidikan (9)
- Penyakit dan Solusinya (14)
- Pergerakan (11)
- Pesona Wanita Solehah (8)
- Politik (39)
- Remaja (1)
- Sastra (5)
- Seputar : IPTEK (24)
- Seputar Banten (5)
- Tips Hidup Sehat (6)
- Tokoh Islam (2)
Comunity
18 Januari 2010
Perokok Pasif Meningkatkan Resiko Alergi Pada Anak
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
kumpulblogger.com
http://abu-azkiya.blogspot.com
Tayangan
KOTAK SILATURAHIM
Entri Populer
-
REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Raja Yordania, Abdullah II, dijadwalkan akan tiba di Ramallah pada Kamis (6/12). Kunjungan itu akan menjadi ya...
-
Daftar Nama Menteri baru SBY-boediyono, Inilah susunan sementara anggota Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Sebelumnya, ke-34 calon menteri...
-
Untuk melawan opini anti-Israel, Departemen Pertahanan Israel membidik internet sebagai target "perang"nya, sekaligus untuk memper...
-
Yayasan al Aqsha: Israel Gali Terowongan Baru di Bawah al Aqsha Alquds – Infopalestina: Yayasan al Aqsha dalam pernyataan hari ini, Selasa...
-
Jakarta (ANTARA) - Amir Karyatin, pengacara tersangka Dudie Makmun Murod, mengatakan dua petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI...




0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan beri komentar anda : ...