Cari Yang Anda Butuhkan ....
Translate
Mutiara Hikmah
Labels
- Belajar Dari Siroh (6)
- Berita Penting (230)
- Dunia Islam (81)
- Gaya Hidup (20)
- Gila Bola (2)
- Guru IndonesiaKu (5)
- HidayahNya (5)
- Kampus (7)
- Keluarga Sakinah (16)
- Keperibadian (6)
- Kesehatan (19)
- Konsultasi (12)
- Kuliner (1)
- Link Download (1)
- Makalah (7)
- Materi Tarbiyah (7)
- NKRI Tercinta (34)
- Pendidikan (9)
- Penyakit dan Solusinya (14)
- Pergerakan (11)
- Pesona Wanita Solehah (8)
- Politik (39)
- Remaja (1)
- Sastra (5)
- Seputar : IPTEK (24)
- Seputar Banten (5)
- Tips Hidup Sehat (6)
- Tokoh Islam (2)
Comunity
01 Desember 2012
Negara Palestina : AS Kecam Pemukiman Israel
REPUBLIKA.CO.ID, AS -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Hillary Clinton mengecam keputusan Israel yang akan membangun pemukiman baru. Israel berencana akan membangun sekitar 3 rubu pemukiman di Yerusalem Timur dan Tepi Barat.
"Hal ini akan dinegosiasikan demi perdamaian," katanya Jumat (30/12) seperti dikutip dari laman al jazeera.
Clinton menegaskan, pembangunan pemukiman tersebut akan diatur kembali. Dia mengatakan hal tersebut dalam sebuah forum di Washington.
Forum tersebut diselenggarakan Pusat Saban untuk kebijakan Timur Tengah. Sementara itu Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Liebeman dan Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak berada di antara penonton pada saat forum berlangsung.
Dalam pidatonya Clinton juga berkata, Amerika Serikat akan menangani konflik Suriah dan program nuklir Iran. Clinton menyoroti permasalahan yang terjadi di Timur Tengah.
Dia menyerukan Israel dan Palestina untuk kembali berunding mendapat kata sepakat. "Solusi yang tepat adalah perdamaian komprehensig antara Israel dan Palestina," lanjut Clinton.
Kesepakatan tersebut hendaknya dilakukan perwakilan pemimpin mereka yang sah. Israel mengungkapkan, akan membuat rencana penyelesaian dalam menanggapi pemungutan suara di Majelis PBB pada kamis (29/12) kemarin.
Perbatasan dengan Palestina sejak 1967 lalu ada yakni tidak diakui sebagai negara, dan salah satu yang menentangnya adalah Amerika Serikat.
Clinton kemudian menjelaskan, semua pihak perlu bekerjasama untuk menemukan jalan terhadap kedua negara tersebut. Meski demikian, semua pihak harus mempertimbangkan dengan hati-hati keputusan yang diambil ke depannya.
Jika ada pihak yang siap untuk masuk dalam perundingan penyelesaian konflik, presiden Barack Obama akan menjadi mitra penuh bagi mereka.
Redaktur: Djibril Muhammad
Reporter: Nora Azizah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
kumpulblogger.com
http://abu-azkiya.blogspot.com
Tayangan
KOTAK SILATURAHIM
Entri Populer
-
REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Raja Yordania, Abdullah II, dijadwalkan akan tiba di Ramallah pada Kamis (6/12). Kunjungan itu akan menjadi ya...
-
Daftar Nama Menteri baru SBY-boediyono, Inilah susunan sementara anggota Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Sebelumnya, ke-34 calon menteri...
-
Untuk melawan opini anti-Israel, Departemen Pertahanan Israel membidik internet sebagai target "perang"nya, sekaligus untuk memper...
-
Yayasan al Aqsha: Israel Gali Terowongan Baru di Bawah al Aqsha Alquds – Infopalestina: Yayasan al Aqsha dalam pernyataan hari ini, Selasa...
-
Jakarta (ANTARA) - Amir Karyatin, pengacara tersangka Dudie Makmun Murod, mengatakan dua petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI...





0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan beri komentar anda : ...